Sarana Meraih Puncak Keberagaman Islam dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Sarana Meraih Puncak Keberagaman Islam dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Bertepatan dengan bulan Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah, Majelis Taklim MWCNU Kragan kembali menggelar rutinan Selapanan Selasa Wage yang sekaligus dirangkai dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara tersebut dilaksanakan pada Selasa, 9 September 2025 / 16 Rabiul Awal 1447 H bertempat di Mushola Nurul Mubarok, area komplek TPI Desa Pandangan Wetan.

Hadir sebagai penceramah Romo KH. Fathurrahman Aly, Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Sarang.

Isi Ceramah KH. Fathurrahman Aly

Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi yang hampir 95 persen diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Setiap negara memiliki cara tersendiri dalam memeriahkannya sesuai adat dan budaya masing-masing. Perbedaan tersebut merupakan sebuah kekayaan, bukan masalah.

Untuk menyikapi keberagaman tersebut, KH. Fathurrahman Aly berpesan agar umat Islam bersikap pintar (cerdas) dan wicaksana (bijaksana).

1. Pintar (Cerdas)

Kecerdasan bukan hanya soal hafalan (kecerdasan fikiran), melainkan juga kecerdasan amalan (kecerdasan hati). Umat Islam dituntut mampu memahami persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, baik sosial, budaya, maupun politik. Dengan begitu, kecerdasan berpikir akan merambah menembus ruang hati, sehingga melahirkan kecerdasan hati yang menjadi jalan menuju puncak keberagaman Islam.

2. Wicaksana (Bijaksana)

Dalam menghadapi perbedaan, umat Islam hendaknya mengkaji siroh nabawiyah secara dua sisi:

* Bidiroyah (keilmuan umum), dan

* Biriwayah (melalui sumber Al-Qur’an, Hadis, dan kitab karya ulama).

Melalui kajian itu, umat akan memahami gambaran masyarakat pra-Islam hingga perkembangan Islam saat ini. Pemahaman inilah yang dapat melahirkan sikap arif dan jawaban yang bijaksana.

Biarkanlah wawasan dan kecerdasan lokal (kearifan lokal) yang menentukan, tidak harus dipaksakan memakai wawasan kecerdasan ala internasional.

(Oleh: Kus Sugiyono)